Ini ada sedikit bahan mengenai anestesi umum, semoga bermanfaat ya! :D
I. Definisi
Anestesia umum adalah tindakan meniadakan nyeri secara
sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali (reversibel). Komponen anesthesia yang ideal terdiri:
1. hipnotik
2. analgesia
3. relaksasi otot
Keadaaan anestesi biasanya
disebut anestesi umum, ditandai oleh tahap tidak sadar diinduksi, yang selama
itu rangsang operasi hanya menimbulkan respon reflek autonom. Jadi pasien tidak
boleh memberikan gerak volunteer, tetap perubahan kecepatan pernapasan dan
kardiovaskuler dapat dilihat.
Keadaan anestesi berbeda
dengan keadaan analgesia, yang didefinisikan sebagai tidak adanya nyeri.
Keadaan ini dapat ditimbulkan oleh agen narkotika yang dapat menghilangkan
nyeri sampai pasien sama sekali tidak sadar. Sebaliknya, barbiturate dan
penenang tidak menghilangkan nyeri sampai pasien sama sekali tidak sadar.
II.
Teknik Anestesi Umum
Teknik anestesi umum di dunia kedokteran
dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
I. Parenteral
Obat anestesi masuk ke dalam
darah dengan cara suntikan IV atau IM. Untuk selanjutnya dibawa darah ke otak
dan menimbulkan keadaan narkose. Obat anestesi yang sering digunakan adalah:
1.
Pentothal
Dipergunakan dalam larutan
2,5% atau 5% dengan dosis permulaan 4-6 mg/kg BB dan selanjutnya dapat ditambah
sampai 1 gram.
Penggunaan:
1.
untuk
induksi, selanjutnya diteruskan dengan inhalasi.
2.
operasi-operasi
yang singkat seperti: curettage, reposisi, insisi abses.
Cara Pemberian:
Larutan 2,5% dimasukkan IV pelan-pelan 4-8 CC sampai penderita tidur,
pernapasan lambat dan dalam. Apabila penderita dicubit tidak bereaksi, operasi
dapat dimulai. Selanjutnya suntikan dapat ditambah secukupnya apabila perlu
sampai 1 gram.
Komplikasi:
1. Lokal
Di tempat suntikan, apabila
ke luar dari pembuluh darah sakit sekali merah dan bengkak.
Tindakan:
·
infiltrasi dengan anestesi lokal
·
kompres
2.
Menekan
pusat pernafasan:
Kecepatan menyuntik harus
hati-hati jangan sampai pernafasan berhenti.
3. Menekan jantung:
Tekanan darah turun sampai nadi tak teraba.
4.
Larynx
Spasme:
·
diberi
O2 murni
· kalau diberi succinyl
choline IV 25-50 mg untuk melemaskan spasme sambil dibuat pernafasan buatan.
Kontra Indikasi:
1.
Anak-anak
di bawah 4 tahun
2.
Shoch, anemia, uremia dan penderita-penderita
yang lemah
3. Gangguan
pernafasan: asthma, sesak nafas, infeksi mulut dan saluran nafas
4.
Penyakit
jantung
5.
Penyakit
hati
6.
Penderita
yang terlalu gemuk sehingga sukar untuk menemukan vena yang baik.
2.
Ketalar
(Ketamine)
· Diberikan IV
atau IM berbentuk larutan 10 mg/cc dan 50 mg/cc.
· Dosis:
IV 1-3 mg/kgBB dan IM 8-13 mg/kgBB
·
1-3
menit setelah penyuntikan operasi dapat dimulai.
Komplikasi:
1.
menekan
pusat pernafasan , tetapi lebih kurang daripada pentothal.
2.
merangsang
jantung: tekanan darah naik
3.
sekresi kelenjar ludah dan saluran pernafasan
bertambah
Penggunaan:
1.
operasi-operasi
yang singkat
2.
untuk
indikasi penderita tekanan darah rendah
Kontra Indikasi:
Penyakit jantung, kelainan pembuluh darah otak dan hypertensi.
Catatan
Oleh karena komplikasi utama dari anestesi secara parenteral adalah menekan
pusat pernafasan, maka kita harus siap dengan peralatan dan tindakan pernafasan
buatan terutama bila ada sianosis.
II. Perrectal
Obat anestesi diserap lewat mukosa rectum kedalam darah dan selanjutnya
sampai ke otak. Dipergunakan untuk tindakan diagnostic (katerisasi jantung,
roentgen foto, pemeriksaan mata, telinga, oesophagoscopi, penyinaran dsb)
terutama pada bayi-bayi dan anak kecil. Juga dipakai sebagai induksi narkose
dengan inhalasi pada bayi dan anak-anak. Syaratnya adalah:
1.
rectum
betul-betul kosong
2. tak ada
infeksi di dalam rectum
Lama narkose 20-30 menit. Obat-obat yang
digunakan:
·
Pentothal
10% dosis 40 mg/kgBB
·
Tribromentothal
(avertin) 80 mg/kgBB
III. Inhalasi
Obat anesthesia dihirup
bersama udara pernafasan ke dalam paru-paru, masuk ke darah dan sampai di
jaringan otak mengakibatkan narkose. Obat-obat yang dipakai:
a) Induksi
halotan
Induksi halotan memerlukan gas pendorong O2 atau campuran N2O dan O2.
Induksi dimulai dengan aliran O2 >
4 ltr/mnt atau campuran N2O:O2 = 3:1. Aliran > 4 ltr/mnt. Kalau
pasien batuk konsentrasi halotan diturunkan, untuk kemudian kalau sudah tenang
dinaikan lagi sampai konsentrasi yang diperlukan.
b)
Induksi sevofluran
Induksi dengan sevofluran lebih disenangi karena pasien jarang batuk walaupun
langsung diberikan dengan konsentrasi tinggi sampai 8 vol %. Seperti dengan
halotan konsentrasi dipertahankan sesuai kebutuhan.
c)
Induksi dengan enfluran (ethran), isofluran
(foran, aeran) atau desfiuran jarang dilakukan karena pasien sering batuk dan
waktu induksi menjadi lama.